Kejari Wonogiri Siap Usut Dugaan Korupsi PNPM Bulukerto

Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri berencana mengusut kasus dugaan penyalahgunaan dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MP) oleh Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Bulukerto, Karyadi Cahyo Kuncoro, yang mencuat sejak pekan lalu.
Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (14/6/2011), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri, Sukaryo mengatakan sampai saat ini memang belum ada satu pihak pun yang melaporkan ke Kejari mengenai kasus tersebut. Namun demikian, dari pemberitaan di media massa beberapa hari sebelumnya, Kajari menilai kasus itu sangat jelas unsur pidananya.
“Saya akan perintahkan Kasi Intel untuk membentuk tim dan mengumpulkan data terkait kasus ini. Meskipun kalau dilihat dari pemberitaan di media massa semuanya sudah cukup jelas. Bagaimanapun itu uang negara yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Kajari.

Sehari Lakalantas di 3 Lokasi Di Wonogiri

Dalam sehari, Rabu (15/6/11) terjadi kecelakaan lalulintas di Jalan Raya Selogiri, di Ngadirojo dan di Purwantoro. Satu orang pengendara meninggal dunia dan dua orang terluka berat. Korban meninggal adalah Ahmad Fuhed alias Fued (51) warga Gerdu RT 02 RW 05 Kelurahan Giripurwo Wonogiri.
Fuhed mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai Yamaha Mio AD 6625 SR, di tikungan patung macan Nangger, Nambangan, Selogiri. Kronologisnya, Fuhed meluncur dari Sukoharjo ke Wonogiri. Penyebabnya motornya melindas batu di tepi jalan, sehingga laju motornya tidak terndalikan. Dia terjatuh sehingga kepalanya terluka berat karena membantur aspal jalan.
Sementara kecelakaan di Ngadirojo dialamai oleh Suparmi (61) pensiunan PNS guru warga Dusun/ Desa Gondang RT 01 RW 05 Kecamatan Purwantoro. Suparmi menderita luka memar di kepalanya hingga taksadarkan diri. Korban dirawat di RS Medika Mulya Ngadirojo. Dia mengendarai Yamaha Mio AD 6670 NR bersama anaknya, Sunarwi (28).
Motornya bertabrakan dengan Honda Supra Nopol AD 4569 FR. Motor tersebut yang dikendarai oleh Dandi Kusnanto AMd (42) swasta warga asal sekampung dengan Suparmi. Lakalantas tersebut terjadi di Jl Raya Wonogiri – Ngadirojo, tepatnya di timur SPBU Ngadirojo Dusun Kaliampuh RT 02 RW 01 Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo.
Kronologisnya, kedua sepeda motor sama sama dari arah ke timur. Suparmi hendak berbelok kea rah kanan, saat bersamaan Dandi yang ngebut dari belakang menyalip motor Suparmi. Saat itulah terjadi kecelakaan.
Sementara lakalantas di Purwantoro dialami oleh Budi Wibowo (28) warga Jl Wibisono nomor 114 Kepatihan, Ponorogo. Dia mengendarai motor Yamah Vega ZR Nopol AE 2627 TE. Kecelakaan tunggal itu terjadi di Jl Raya Purwantoro, tepatnya di Dusun Joho Juranggantung Kecamatan Purwantoro.
Kronologisnya, dia meluncur dari timur ke barat. Penyebab kecelakaan akibat roda motornya terpelosok ke lubang jalan. Korban dilarikan ke RS Ponorogo. “Semua kecelakaan sudah kami tangani, dua laka tunggal dan satu tabrakan. Dua pengendara luka luka, satu korban meninggal dunia,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasatlantas AKP Joeharno.

Kota Solo Siaga Menjelang Vonis Abu Bakar Baasyir Hari Ini

Menjelang pembacaan vonis terdakwa tindak pidana terorisme Abu Bakar Baasyir, keamanan kota Solo, Jawa Tengah diperketat. Personel polisi bersiaga mengantisipasi adanya gangguan keamanan terkait vonis Baasyir pagi nanti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kapolresta Solo, AKBP Listyo Sigit mengatakan sebanyak 800 personel polisi menjaga sejumlah obyek vital seperti tempat ibadah, perkantoran dan kawasan yang ramai dikunjungi warga.

Guna memaksimalkan pengamanan, aparat TNI diperbantukan untuk menjaga keamanan warga. Antisipasi ini dilakukan menyusul adanya pesan singkat (SMS) gelap yang menyebut akan terjadi aksi teror dalam putusan bekas Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Kendati begitu, Kapolrest meminta warga Solo dan sekitarnya untuk tidak panik dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Sementara itu pendukung Baasyir tengah dalam perjalanan dari Solo ke Jakarta. Direktur Media Center Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Sonhadi menyebut pendukung Baasyir akan tiba subuh nanti di Jakarta.

Berburu Lobster Di Pantai Waru Paranggupito Wonogiri

Saat itu, jam tangan menunjukkan pukul 14.00 WIB. Di atas batu karang berukuran besar di Pantai Waru, Paranggupito, terlihat dua orang tengah duduk. Seorang membawa jala ikan, sementara satu lagi membawa kepis (tempat menyimpan ikan dari anyaman bambu-red). Seakan berteduh, di siang yang panas itu keduanya seperti menunggu sesuatu. Memilih batu karang yang mepet dengan tebing.
Pekan lalu, kebetulan berada di sekitar dua nelayan, kemudian mendekati mereka. Ia menyatakan sedang mencari ikan. “Cari ikan, mas. Tapi menunggu air surut dulu. Ini sudah mulai surut, nanti setengah jam paling sudah surut. Tapi sembari menunggu benar-benar surut, saat ombak besar belum datang,  bapak menjala ikan dulu,” kata Widodo warga Dringo, Gunturharjo yang melaut bersama bapak mertuanya Wagiman.
Gempa Bantul
Tak lama kemudian, ombak besar hilang, Wagiman terus turun dari batu karang dan berjalan mengikuti ikan yang terlihat berlarian. Ia kemudian terus melempar jala.
“Kurang menengah pak. Ikannya di sebelah selatan,” teriak menantu namun telanjur jala dilempar. Satu ikan tampak tersangkut dijala. Ikan Pijak, begitu disebut oleh Widodo. Selain ikan jenis ini, masih banyak jenis ikan lain. “Ini nanti untuk lauk makan, tidak dijual,” jelas Wagiman.
Lantas untuk apa mereka menunggu air surut? Ternyata mereka hendak mengambil udang lobster di jaring yang dipasang sebelum air surut.
“Kalau lobster untuk dijual. Yang warna hijau satu kilogram Rp 300.000. Yang merah lebih murah, Rp 180.000 per kilogramnya. Biasanya diambil pembeli dari Solo,” terang Widodo.
Saat air surut, Joglosemar ikut ke tengah. Namun, ada peringatan dari mereka. Hati-hati karena surutnya surut jelek. Meski surut, ombak besar datang dengan ketinggian air bisa sampai pinggang. Surut seperti inilah yang membuat hasil tangkapan turun jumlah.
Menurut penuturan warga, pasang surut semenjak gempa bumi Bantul beberapa tahun lalu mulai berubah. Pasang sangat tinggi, surut tapi masih ada genangan air. Kurang lebih sekitar dua jam, mereka hanya mendapat beberapa ikan dan tiga lobster.
Mereka berharap dengan Pelabuhan Waru nantinya perahu nelayan bisa bersandar. Sehingga nelayan tradisional tidak hanya bergantung pada pasang surut saja.

Lereng Merapi Kekurangan Air

Tim Penghijauan lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan ada donatur yang memasok air untuk menyiram bibit pohon yang sudah ditanam yang mengalami kekeringan setelah tidak lagi turun hujan.
”Saat ini yang paling kami butuhkan adalah bantuan air untuk menyiram bibit pohon di lereng Merapi, karena penyiraman belum menjangkau seluruh areal tanaman itu,” kata Ketua Tim Penghijauan lereng Merapi Sudihartono, di Sleman, Selasa (14/6).
Menurut dia, pihaknya telah membangun 20 unit tempat penampungan air dari terpal plastik, sehingga air tersebut bisa untuk menyiram bibit pohon di kawasan itu.
”Kami sudah membuat 20 penampungan air di 20 lokasi, dan kami masih membutuhkan puluhan mungkin ratusan bak penampungan air seperti ini untuk keperluan yang sama di areal atas,” katanya.
Ia mengatakan saat ini untuk pengisian penampungan air tersebut masih dicukupi dari pasokan air para donatur dan warga sekitar.
”Namun, kami mengharapkan bantuan pasokan air terutama untuk areal bagian atas yang sudah jauh dari permukiman warga. Jika sebelumnya ada donatur yang menanam ribuan bibit pohon, maka saat ini kami juga mengharapkan bantuan ribuan galon air,” katanya.
Sudihartono mengatakan selain menyiram bibit pohon yang sudah ditanam, pihaknya juga akan melakukan infusisasi terhadap ratusan ribu bibit pohon yang ditanam dilereng Merapi yang terancam mati kekeringan karena musim kemarau.
”Kami mencoba melakukan infusisasi terhadap bibit pohon yang ditanam, yakni dengan meneteskan air melalui benang dari botol-botol plastik yang digantungkan di samping bibit pohon tersebut,” katanya.
Sekadar Simbolis
Ia mengatakan dengan pola ini akan lebih efektif dibandingkan dengan menyiramkan air ke bagian tanah. Satu botol ini akan bertahan tiga hari dan setiap habis akan diisi kembali.
Banyak yang layu Anggota Konsorsium Penghijauan Area Lereng Merapi (PALM) dan Tim Penghijauan lereng Merapi KH Masrur Ahmad mengatakan sudah ada ribuan pohon ditanam di lereng gunung itu dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah, yang saat ini banyak yang layu dan kering.
”Jika ditanami pohon lagi, sama saja membuang uang, karena tanaman pohon di Merapi tergantung hujan. Sudah berapa ratus juta rupiah yang ditanam, eman-eman (sayang) kalau tidak dirawat dan akhirnya mati,” katanya.
Menurut dia, dari sekian banyak donatur penghijauan di lereng Merapi hanya sekadar simbolis, dan ratusan hingga ribuan pohon bibit pohon yang ditanam hanya diserahkan, kemudian ditinggal begitu saja.

Gerhana Bulan Total Terjadi Dini Hari Nanti

Fenomena langka gerhana bulan total akan terjadi pada Kamis 16 Juni dini hari nanti. Gerhana akan mulai terjadi sekira pukul 01.23 WIB hingga 05.02 WIB.

Diperkirakan puncak Gerhana bulan akan terjadi pada pukul 02.22 WIB hingga 04.03 WIB. “Bulan pada saat itu akan gelap karena tertutupi bayangan bumi,” ujar peneliti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Prof Thomas Djamaluddin kepada media, Rabu (15/6/2011).

Profesor Thomas menjelaskan gerhana bulan kali ini bisa dilihat secara kasat mata, mengingat keadaan iklim saat ini lebih kering ketimbang pada Desember nanti.

Ia juga mengatakaan bahwa gerhana dapat dilihat dari hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali wilayah Timur Indonesia, Papua, tak bisa menikmati proses terakhir dari gerhana karena bulan sudah terbenam.

“Untuk melihat gerhana besok bisa dilihat dengan kasat mata atau tanpa alat, tapi jika ingin menikmati proses dari awal hingga terakhir lebih detail menggunakan teleskop,” ungkapnya.

Selain dari Indonesia, gerhana bulan total juga bisa dilihat oleh manusia di belahan dunia lain, seperti di Afrika, Asia Tengah dan Asia Tenggara. Gerhana bulan ini, kata Prof Djamaluddin, terjadi karena ada konfigurasi segaris antara bulan, bumi dan matahari.

Tersiar Kabar Anak Hasil Selingkuh Akan Dijual Warga Dusun Plosorejo Wonogiri

Sesungguhnya kasus perselingkuhan (zina) tidak hanya berdampak buruk bagi kedua pelaku saja, pria dan wanita. Tetapi berdampak panjang turun temurun sampai ke anak cucu dan merembet menyentuh persoalan social lainnya.
Dampak paling dekat akibat selingkuh adalah hamil dan melahirkan. Hamil adalah kodratnya kaum perempuan. Setelah lahir jabang bayi itulah persoalan lebih pelik akan muncul sampai anak itu dewasa. Secara moral ibunya menjadi malu, keluarganya juga malu mempunyai anak tanpa ayah.
Dampak ekonomi dan sosial lainnya juga akan terus terjadi selama ibu dan anaknya masih hidup. Bagaimana membesarkan anaknya menjadi anak yang cerdas sehat dan takwa. Bagiamana kemudian jika nantinya, anaknya mulai dewasa. Pastinya akan bertanya bapaknya?
Itu pula yang dirasakan oleh Sri Yatmi. Sri Yatmi bersama kedua orang tuanya Sugiman (75) dan ibunya Mukiyem (65) bingung memikirkan masa depan anak cucunya. “Yang saya bingungkan anak anak, kalau saya lapar bisa bertahan, tapi anak gak bisa mas,” ujar Sugiman.
“Anak anak juga gak mau asal makan, butuh vitamin dan gizi. Ibunya tidak bekerja, dulu terkadang buruh tani atau ngarit. Sekarang praktis hanya menyusui saja,” tambah Sugiman. Jujur Sugiman tidak mau lagi terlalu memikirkannya.
Karena pusing memikirkan masalah itu, ada kabar anak ketiga hasil hubungan gelap dengan tetangganya dipersilahkan diasuh oleh siapapun yang mau merawatnya. Kabar di luar santer beredar anak hasil hugel itu akan dijual. “Anak itu malah mau dijual mas,” kata Parjo warga setempat.