BPK Curigai Ketidakberesan Pelaksanaan Proyek DAK Wonogiri

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ketidakberesan dalam pelaksanaan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan di hampir semua SD dan SMP yang jadi sampel uji petik laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas pertanggungjawaban laporan keuangan APBD Wonogiri tahun 2010. Meski hanya kekurangan kecil, hal itu berpotensi merugikan negara.
Untungnya, proyek fisik DAK pendidikan itu masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan sehingga masih ada waktu untuk penyempurnaan. Dinas Pendidikan pun diminta memastikan pihak rekanan memperbaiki kekurangan itu sebelum masa pemeliharaan berakhir.
Tercantum dalam LHP BPK yang dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif, Jumat (20/5), Senin (23/5) dan Selasa (24/5) lalu, keenam SD dan satu SMP yang dijadikan sampel uji petik itu semuanya berada di wilayah Kecamatan Wonogiri, di antaranya beberapa SD di Wonogiri, Giriwono, Giritirto dan Wonoboyo. Sekolah-sekolah itu menerima DAK untuk proyek fisik pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan gedung perpustakaan.
Sedangkan ketidakberesan yang ditemukan BPK di antaranya berupa keretakan pada dinding, pengecatan yang kurang sempurna, kekurangan semen pada tiang penyangga sehingga mudah rontok, serta kekurangan pemasangan lampu dan stop kontak. Di salah satu SD bahkan ditemukan kekurangan pemasangan lima titik lampu, satu titik stop kontak, lima titik instalasi listrik dan list plank belum dikerjakan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD, Ngadiyono, kepada wartawan, Rabu (25/5) mengungkapkan temuan BPK itu mesti menjadi perhatian pihak eksekutif terutama Dinas Pendidikan agar ke depan tidak terulang lagi. “Kami memaklumi kekurangan itu mungkin terjadi karena waktu pengerjaan pada DAK 2010 memang sangat mepet, dikarenakan perubahan regulasi dan Juknis yang turun terlambat. Kami berharap untuk DAK 2011 ini Dinas Pendidikan tidak menunda-nunda lelang ataupun pelaksanaan DAK, sehingga rekanan tidak diburu waktu,” kata Ngadiyono.
Ngadiyono menambahkan Disdik dan pihak rekanan juga diharapkan secepatnya menindaklanjuti temuan BPK itu. Tidak hanya di sekolah yang menjadi sampel uji petik BPK namun juga di semua sekolah penerima DAK. “Temuan BPK itu kan hanya di sekolah yang jadi sampel. Tapi bukan berarti hanya sekolah-sekolah itu yang DAK-nya tidak beres,” kata Ngadiyono.
Hal senada dikemukakan Wakil Ketua DPRD yang membidangi pendidikan, Tinggeng. Menurutnya, mepetnya waktu pengerjaan memang berpotensi membuat pengerjaan jadi kurang beres. Namun demikian, yang tidak kalah penting adalah pengawasan dan pengendalian terhadap proyek itu.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan, Soesetijo mengatakan pengerjaan DAK 2010 untuk kegiatan fisik memang sangat mepet, hanya sekitar 40 hari pengerjaan. Hal itu karena keterlambatan turunnya Juknis dari Kemendiknas.

Pesawat Garuda rute Surabaya-Jakarta diancam bom

Keberangkatan pesawat Garuda Indonesia GA 313 rute Surabaya-Jakarta di Bandara Internasional Juanda, terganggu. Sebuah surat ancaman bom diterima pihak Garuda melalui faksimile.
Pesawat yang seharusnya take off 11.15 Wib terpaksa ditunda. Tim anti teror TNI AL langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pengamanan pesawat. Ancaman bom itu sebelumnya diterima pihak Garuda melalui faksimile. Dan petugas dari Lanudal yang mendapat laporan langsung melakukan penyisiran.
“Ancaman melalui faks pada Pukul 10.00 itu isinya akan meledakan Garuda jurusan Surabaya-Jakarta,” katanya. kata Komandan Lanudal Kolonel (Laut) Supranyoto melalui sambungan telepon, Rabu (25/5/2011).
Menurut Supranyoto, pesawat Garuda 313 langsung disterilkan di tempat khusus. Demikian pula, para penumpang dan barang bawaan di begasi tak luput dari pemeriksaan.

Bungkusan bahan baku bom ditemukan di Bandara Juanda

Penyisiran di Bandara Internasional Juanda Surabaya membuahkan hasil. Tiga bungkus jelly ditemukan di ruang tunggu penumpang Gate 8. Salah satunya dipastikan sebagai bahan pembuat bom.
“Satu bungkus dipastikan sebagai bahan baku bahan peledak,” kata Komandan Lanudal Kolonel (Laut) Supranyoto melalui sambungan telepon, Rabu (25/5/2011).
Menurut Supranyoto, setelah ditemukan bahan berbahaya itu, pesawat Garuda 313 langsung disterilkan di tempat khusus. Penumpang yang terlanjur boarding, diturunkan.
Supranyoto belum bisa memastikan siapa pemilik bungkusan tersebut. “Kita masih melakukan pemeriksaan. Belum tahu pemiliknya siapa,” katanya.
Sebelumnya, sebuah surat ancaman bom yang akan meledak di pesawat Garuda rute Surabaya-Jakarta diterima manajemen pukul 10.00. Tim dari Pangkalan AL (Lanudal) langsung bergerak untuk mengantisipasi.
Pesawat Garuda Indonesia GA 313 yang sedianya take off Pukul 11.15 pun ditunda. Tim khusus Lanudal tak ingin berspekulasi. Pemeriksaan secara ketat dan cermat pun dilakukan.

Banyak Pengusaha Angkutan Langgar Aturan Ukuran

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah menemukan banyak pengusaha angkutan yang mengubah tinggi dan lebar bak truk, dalam kegiatan uji dimensi kendaraan di jembatan timbang, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, 

”Para pemilik kendaraan ini sering menambah lebar dan tinggi bok atau baknya. Kebanyakan pemilik menambah ukurannya antara 10 sampai 30 cm sehingga memunculkan muatan berlebih,” jelas Kepala Seksi Pengamanan dan Operasional UPT Wilayah Semarang Dishubinkominfo Jateng, Rusman Sayogo kepada wartawan, Rabu, di lokasi uji dimensi kendaraan Fakta di lapangan tersebut, lanjutnya, yang kemudian menjadi sasaran pemeriksaan. Dalam uji dimensi, petugas Dishubkominfo meneliti panjang, lebar, tinggi kendaraan. “Untuk kendaraan yang jelas telah diubah dimensinya dengan menambah ukuran tinggi dan lebarnya langsung ditindak, sedang yang hanya menambah ukuran tinggi dan lebar antara satu hingga dua sentimeter masih kita toleransi,” paparnya.
Diakui Rusman, dari hasil uji dimensi terlihat masih banyak pengusaha dinilai tidak memiliki kepedulian terhadap ukuran alat transportasi. Karena dari pemeriksaan ditemukan banyak kendaraan berat yang tidak sesuai dengan buku uji.
“Untuk kendaraan yang memiliki ukuran tidak sesuai buku uji akan ditindak dengan diberi bukti pelanggaran (tilang). Lantas bukti tilang akan dikirim langsung ke pengadilan negeri di wilayah tertangkapnya pelanggaran tersebut,” ujar Rusman.
Menurut Rusman, pelaksanaan uji dimensi tersebut dilakukan untuk menekan jumlah pelanggaran angkutan barang serta membina penyelanggaraan angkutan barang di jalan.
“Kita berharap pengusaha lebih lebih menaati ketentuan angkutan barang yang berlaku sehingga keselamatan, pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan juga terpenuhi,” tegasnya.

Warga Giritirto Dibekuk Karena Memakai Narkoba

Danang Wahyu Kuncoro (28), warga Kaloran, Giritirto, Wonogiri ditangkap petugas karena dipergoki mabuk-mabukan di wilayah Jatirejo, Wonoboyo, Wonogiri. Namun saat digeledah dari sakunya ditemukan satu paket sabu-sabu dan satu linting ganja kering. “Semua berawal saat ada pengaduan dari warga. Karena dianggap membuat gaduh, polisi lalu turun ke lapangan,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasatnarkoba AKP Susilo, Selasa (24/5).
Saat dilakukan penggeledahan, Danang terlihat gelisah. Setelah digeledah ada satu paket sabu-sabu dan satu linting ganja kering di sakunya. “Pemuda yang ikut minum-minuman semua memang gelisah, tapi Danang yang paling gelisah. Dan setelah digeledah ada dua barang tadi. Tapi untuk beratnya berapa kami masih menunggu hasil dari Labfor. Dua paket itu kini sudah ada di Labfor,” tambahnya.

Google Siap Ubah Smartphone Jadi Dompet Digital

Google dikabarkan akan meluncurkan platform pembayaran mobile yang memungkinkan orang menggunakan smartphone untuk membayar di toko-toko semudah mereka menggunakan kartu kredit.

Nantinya, Google memperkenalkan sistem tersebut pada konferensi pers di New York dengan bantuan lembaga keuangan besar yang telah bermitra dengan raksasa Internet berbasis di California untuk proyek ini.

Dilansir melalui Reuters Google telah mengundang wartawan teknologi untuk melihat 'inovasi terbaru', tetapi menolak untuk memberikan rincian.

Sistem pembayaran mobile akan mengambil keuntungan dari chip komunikasi (NFC) di smartphone yang pada dasarnya mengirimkan data transaksi keuangan dengan gelombang atau gesekan di sebuah alat check out toko.

Google membangun smartphone generasi terbaru Nexus S dengan chip NFC yang mengubah perangkat ke dalam dompet virtual, yang memungkinkan pengguna untuk 'menggesek dan membayar' untuk transaksi keuangan. Samsung membangun handset layar sentuh, yang didukung oleh sistem operasi Android mobile Google.

CEO Google Eric Schmidt mengatakan tidak lama sebelum Nexus S diluncurkan di pasar pada bulan Desember bahwa ia mengharapkan smartphone menjadi sebuah tren alat pembayaran.

"Sebuah sistem pembayaran mobile berpusat pada gadget Android dapat menambah momentum smartphone Google di pasar sangat kompetitif," katanya

Jelang tahun ajaran baru, DPRD wonogiri ingatkan soal titipan anak

Komisi D DPRD Wonogiri memperingatkan semua kepala sekolah dan Dinas Pendidikan agar tidak melayani titipan anak untuk diterima di sekolah tertentu saat proses penerimaan peserta didik tahun ajaran baru (TAB) 2011/2012 ini. Komisi D juga menyerukan kepala sekolah penerima siswa titipan diberi sanksi tegas jika terlibat praktik itu.
Keterangan yang diperoleh Espos, pendaftaran dan seleksi peserta didik baru untuk sekolah rintisan bertaraf internasional (RSBI) sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk sekolah reguler, pendaftaran baru akan dimulai Juli 2011 mendatang.
Tanda adanya praktik titipan anak melalui pejabat agar diterima di sekolah tertentu sudah mulai nampak. Ada anggota DPRD Wonogiri yang mengaku dimintai tolong salah satu orangtua calon siswa untuk membantu memasukkan anaknya ke salah satu sekolah favorit.
“Ada orangtua siswa yang ngomong ke saya, ‘Mbok tolong anak saya dibantu supaya bisa diterima di sekolah X’. Tapi saya tolak, karena saya tahu aturannya tidak memperbolehkan hal itu,” kata anggota DPRD tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Wonogiri, Martanto, kepada wartawan, Selasa (24/5) mengatakan praktik titipan anak pejabat baik secara langsung maupun menggunakan surat sakti pejabat yang lebih tinggi, bukanlah fenomena baru. Hampir setiap TAB, pasti dijumpai pratik ini.
“Saya sudah wanti-wanti sejak awal agar penerimaan siswa baru betul-betul dimonitor, jangan sampai ada sekolah yang menerima anak titipan pejabat. Demikian pula dengan para pejabat, hendaknya juga jangan ikut melanggengkan praktik semacam ini karena membuat proses penerimaan siswa baru jadi tidak fair,” kata Martanto.
Martanto menambahkan sejak awal ia juga sudah menyampaikan ke Disdik agar penerimaan siswa baru, khususnya RSBI baik SMP, SMA maupun SMK, mekanismenya ditata sedemikian rupa dengan mendasarkan pada kemampuan intelektual siswa dan bukan pada berapa besar uang yang sanggup disumbangkan orangtua siswa.
“Jadi mekanisme penerimaan siswa idealnya dimulai dengan penelusuran nilai rapor, tes akademik, pengumuman penerimaan, baru bicara soal kesanggupan sumbangan, yang tentunya besarannya disesuaikan dengan kemampuan orangtua siswa,” jelasnya, seraya menegaskan kuota 20% untuk siswa miskin di RSBI hendaknya benar-benar dipatuhi.
Terpisah, Kepala Disdik Wonogiri, Suparno memastikan akan mengawasi betul proses penerimaan siswa baru ini agar bebas dari praktik titipan anak pejabat. Dia juga mengatakan tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas jika ada sekolah yang ketahuan menerima siswa titipan. “Tentunya sanksi itu disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” kata Suparno.